Masih ingat sengketa lagu Rasa Sayange antara Malaysia (kata Malaysia berasal dari kata Malas,Lazy,dan ia) dengan Indonesia( kata indonesia berasal dari kata In de honest ia). Otak yang dibuat menggubah lagu itu adalah otak orang Indonesia (baca:maluku) namun diakali orang Malaysia judulnya diganti Rasa Sayang Hey, dengan lirik melayu. Lalu diklaim lagu itu milik rakyat Malaysia. Orang Indonesia marah! Orang Malaysia tertawa!
Hampir tiap hari disekitar perempatan bangjo sekumpul martapura terlihat penjaja kelepon. Menurut mereka kelepon adalah jajanan/makanan khas Martapura.
Konon pada tahun 1700an di daerah Terbayan Jawa Tengah ada seorang nenek tua bernama Ponirah yang bekerja sebagai penjual jajan pasar. Karena jenuh dia membuat jajan kreasi baru. Pada suatu hari dia dibantu temannya mulai meracik tepung, kapur, gula dan kelapa. Tepung dicampur dengan deplok daun jambu (pewarna hijau), bagian tengah dimasuki gula jawa lalu digiling bulat. Setelah itu dimasukkan pada tungku yang berisi air mendidih. Tidak berapa lama mbok Ponirah bertanya pada teman yang menjaga tungku air itu, “uletane mumbul opo kelep?” (terj: odonannya timbul atau tenggelam?) temannya menjawab,”kelep Pon!”(terj: tenggelam Pon). Sejak saat itu makanan kenyal tersebut dinamai kelepon atau klepon.
Setelah beberapa abad lamanya mengapa ada kelepon di banjar?. Di klaim menjadi makanan khas Martapura. Dan namanya juga sama dengan yang di Jawa yaitu KLEPON.
Namun karena bersaudara! Orang Jawa tidak marah dan orang Banjar tetap tersenyum mendapatkan untung dari jualan klepon.
Tulisan ini tidak ilmiah, diambil dari sumber yang tidak dapat dipercaya dan! Jadi jangan mengutip dan mempublikasikan tulisan ini.
“Pak pung pak mustape rame rame di rumahnye ada tepung ada kelape gula jawe ditengahnye”
Akhir apirl 2008