Coba anda perhatika dua foto orang di atas.
Yang pertama memiliki aura yang terang, wajahnya cerah, kulitnya bersih, gagah, tampan, disanjung dan dipuji banyak orang, dicintai dan mencintai segenap warga Banjarbaru. Dialah RUDY RESNAWAN, seorang pejabat yang mengemban amanah sebagai walikota Banjarbaru. Dimanapun orang mengelu-elukan beliau. Kapanpun, dimanapun, sedang apapun beliau mendapat banyak kemudahan (fasilitas). Untuk mendapatkan uang 15juta per bulan saya pikir cukup gampang, gaji dan tunjangan dari pemerintah maupun bisnis halal yang lain relatif cukup untuk memenuhi keperluan rumah tangga.
Di sebelah pak Rudy adalah seorang yang beraura gelap, wajahnya kusam, kulitnya hirang, tidak terlalu menarik, diremehkan dan dicibir banyak orang, dicintai dan mencintai istri/anak. Dialah QOMARUDDIN RIZAL, seorang guru honor yang mengemban amanah tertinggi sebagai walikelas di salah satu SMP di Banjarbaru. Dimanapun orang memandang sebelah mata. Kapanpun, dimanapun, sedang apapun dia mendapatkan banyak “kesulitan”. Untuk mendapatkan uang 150rb per bulan cukup susah. Gaji tidak punya. Tunjangan angan-angan belaka. Untuk keperluan keluarga kadang pinjam tetangga.
Menjadi guru adalah konsekuensi logis dan sebuah tanggungjawab seorang sarjana kependidikan. Apapun status kepegawaiannya guru PNSkah, guru honorkah,yang penting jadi guru..
Saya tidak membicarakan guru yang berstatus PNS sebab kesejahteraan mereka sudah ada yang menjamin. Ini tentang guru honor. Sekali lagi tentang guru honor! Wa bil khusus guru honor yang mengajar di sekolah negeri dengan SK pengangkatan dari kepala sekolah.
Guru honor adalah salah satu mata trisula yang membantu Negara mewujudkan kehidupan bangsa yang cerdas dan menjadi manusia seutuhnya. Jika perannya diabaikan, maka salah satu mata trisula menjadi tumpul.
Disadari atau tidak, guru honorer sampai saat ini tidak mempunyai posisi tawar yang berarti di dunia pendidikan. Problem solving dan decision making nya jarang diterima forum (rapat sekolah, MGMP dsb), pengalaman dan kreativitas dalam pembelajaran dianggap kurang, tragisnya..gaji bulanannya hanya 150 rb s.d 300rb an saja.
Hidup di era materialistic, semua dinilai dengan materi. Apakah pemerintah tidak pernah instropeksi. Bahwa pemerintah telah melakukan standard ganda dalam peningkatan kesejahteraan rakyatnya. Guru honor yang bekerja di instansi pemerintah diabaikan kesejahtaraannya namun buruh di perusahaan swasta diperjuangkan kesejahteraannya dalam bentuk ketetapan UMR/UMK/UMP.
Jangan sebut kata nasib.
Guru honor menuntut menjadi PNS adalah wajar, naluriah, manusiawi, logis, dan tepat. Sebab mereka sangat bersemangat, memiliki idealisme tinggi, berpengalaman menangani permasalahan pendidikan secara riil di tempat mengajar, lebih bisa menghayati hidup dan kehidupan yang sederhana dan yang utama pengorbanan dan pengabdian pada Negara telah teruji. Namun hal ini jadi sia-sia jika seleksi penerimaan CPNS masih melalui jalur umum dan instant.
Jadi syarat mengikuti tes CPNS guru mendatang. SI kependidikan, pengalaman mengajar di sekolah negeri atau swasta minimal 2 tahun, dapat membuat rencana mengajar dan manajemen kelas, menemukan metode mengajar yang menyenangkan,dapat berbahasa Indonesia(berkomunikasi) dan menguasai pengetahuan kontemporer/ pengetahuan umum. Jika masih seperti yang dulu-dulu berarti Kota Banjarbaru telah menggadaikan gelar kota pendidikan kepada oportunis edukasi.
Pra solusi
Kepada seluruh guru honor harus sabar jangan menuntut diangkat PNS, setidaknya memahami bahwa dengan menjadi PNS maka kita jadi beban Negara. Ya kalau Negara tambah kaya makmur, jika sebaliknya bagaimana.? Kalau merasa jadi guru honor gajinya sedikit dan tidak layak maka berhentilah! Jangan jadi guru lagi! Jadilah wirausahawan! Namun jika ikhlas jadi guru, isya Alloh dengan gaji sedikit atau banyak akan menjadi berkah
“sekiranya penduduk suatu negeri beriman dan bertaqwa,niscaya akan Aku bukakan baginya barakah dari langit dan bumi, tetapi mereka mengingkari itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya (QS Al Araf:96)
Solusi
Khususnya Pemerintah Kota Banjarbaru, tingkatkan mutu pendidikan secara menyeluruh, tidak tanam pilih, semua guru memiliki hak dan kewajiban yang sama. Tapi ingatlah sepenggal pepatah guru miskin harta murid miskin ilmu, guru kaya harta murid miskin ilmu. Berarti sama saja kan?terjemahkan sendiri!
Oh ya! Sekali-kali saya ingin merasakan jadi walikota. Dan minta pak walikota gantikan saya jadi guru honor!sebentaar saja!
Jika ada seribu guru yang menegakkan pendidikan salah satunya AKU, jika ada seratus guru yang menegakkan pendidikan maka salah satunya AKU, jika ada sepuluh guru yang menegakkan pendidikan maka salah satunya AKU, dan jika ada satu guru yang menegakkan pendidikan itulah AKU. Selanjutnya jika AKU menegakkan pendidikan maka seribu guru bersamaku.
Maaf jika menyinggung perasaan dan alurnya ruwet,maklum yang menulis sedang mumet.
Salaka Lake(danau salak)
Tanggal tuha banar