Walikota dan Walikelas

Mei 10, 2008 by derijikukikaku

 

 

Coba anda perhatika dua foto orang di atas.

Yang pertama memiliki aura  yang terang, wajahnya cerah, kulitnya bersih, gagah, tampan, disanjung dan dipuji banyak orang, dicintai dan mencintai segenap warga Banjarbaru. Dialah RUDY RESNAWAN, seorang pejabat yang mengemban amanah sebagai walikota Banjarbaru. Dimanapun orang mengelu-elukan beliau. Kapanpun, dimanapun, sedang apapun beliau mendapat banyak kemudahan (fasilitas). Untuk mendapatkan uang 15juta per bulan saya pikir cukup gampang, gaji dan tunjangan dari pemerintah maupun bisnis halal yang lain relatif cukup untuk memenuhi keperluan rumah tangga.

 

Di sebelah pak Rudy adalah seorang yang beraura gelap, wajahnya kusam, kulitnya hirang, tidak terlalu menarik, diremehkan dan dicibir banyak orang, dicintai dan mencintai istri/anak. Dialah QOMARUDDIN RIZAL, seorang guru honor yang mengemban amanah tertinggi sebagai walikelas di salah satu SMP di Banjarbaru. Dimanapun orang memandang sebelah mata. Kapanpun, dimanapun, sedang apapun dia mendapatkan banyak “kesulitan”. Untuk mendapatkan uang 150rb per bulan cukup susah. Gaji tidak punya. Tunjangan angan-angan belaka. Untuk keperluan keluarga kadang pinjam tetangga.

 

Menjadi guru adalah konsekuensi logis  dan sebuah tanggungjawab seorang sarjana kependidikan. Apapun status  kepegawaiannya guru PNSkah, guru honorkah,yang penting jadi guru..

 

Saya tidak membicarakan guru yang berstatus PNS sebab kesejahteraan mereka sudah ada yang menjamin. Ini tentang guru honor. Sekali lagi tentang guru honor! Wa bil khusus guru honor yang mengajar di sekolah negeri dengan SK pengangkatan dari kepala sekolah.

 

Guru honor adalah salah satu mata trisula yang membantu Negara mewujudkan kehidupan bangsa yang cerdas dan menjadi manusia seutuhnya. Jika perannya diabaikan, maka salah satu mata trisula menjadi tumpul.

 

Disadari atau tidak, guru honorer sampai saat ini tidak mempunyai posisi tawar yang berarti di dunia pendidikan. Problem solving dan decision making nya jarang diterima forum (rapat sekolah, MGMP dsb), pengalaman dan kreativitas dalam pembelajaran dianggap kurang, tragisnya..gaji bulanannya hanya 150 rb s.d 300rb an saja.

 

Hidup di era materialistic, semua dinilai dengan materi. Apakah pemerintah tidak pernah instropeksi. Bahwa pemerintah telah melakukan standard ganda dalam peningkatan kesejahteraan rakyatnya. Guru honor yang bekerja di instansi pemerintah diabaikan kesejahtaraannya namun buruh di perusahaan swasta  diperjuangkan kesejahteraannya dalam bentuk ketetapan UMR/UMK/UMP.

 

Jangan sebut kata nasib.

Guru honor menuntut menjadi PNS adalah wajar, naluriah, manusiawi, logis, dan tepat. Sebab mereka sangat bersemangat, memiliki idealisme tinggi, berpengalaman menangani permasalahan pendidikan secara riil di tempat mengajar, lebih bisa menghayati hidup dan kehidupan yang sederhana dan yang utama  pengorbanan dan  pengabdian pada Negara telah teruji. Namun hal ini jadi sia-sia jika seleksi penerimaan CPNS masih melalui jalur umum dan instant.

Jadi syarat mengikuti tes CPNS guru mendatang. SI kependidikan, pengalaman mengajar di sekolah negeri atau swasta minimal 2 tahun, dapat membuat rencana mengajar dan manajemen kelas, menemukan metode mengajar yang menyenangkan,dapat berbahasa Indonesia(berkomunikasi)  dan menguasai pengetahuan kontemporer/ pengetahuan umum. Jika masih seperti yang dulu-dulu berarti Kota Banjarbaru telah menggadaikan gelar kota pendidikan kepada oportunis edukasi.

 

Pra solusi

Kepada seluruh guru honor harus sabar jangan menuntut diangkat PNS, setidaknya memahami bahwa dengan menjadi PNS maka kita jadi beban Negara. Ya kalau Negara tambah kaya makmur, jika sebaliknya bagaimana.? Kalau merasa jadi guru honor gajinya sedikit dan tidak layak maka berhentilah! Jangan jadi guru lagi! Jadilah wirausahawan! Namun jika ikhlas jadi guru, isya Alloh dengan gaji sedikit atau banyak akan menjadi berkah

“sekiranya penduduk suatu negeri beriman dan bertaqwa,niscaya akan Aku bukakan baginya barakah dari langit dan bumi, tetapi mereka mengingkari itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya (QS Al Araf:96)

 

Solusi

Khususnya Pemerintah Kota Banjarbaru, tingkatkan mutu pendidikan secara menyeluruh, tidak tanam pilih, semua guru memiliki hak dan kewajiban yang sama. Tapi ingatlah sepenggal pepatah guru miskin harta murid miskin ilmu, guru kaya harta murid miskin ilmu. Berarti sama saja kan?terjemahkan sendiri!

 

Oh ya! Sekali-kali saya ingin merasakan jadi walikota. Dan minta pak walikota gantikan saya jadi guru honor!sebentaar saja!

 

Jika ada seribu guru yang menegakkan pendidikan salah satunya AKU, jika ada seratus guru yang menegakkan pendidikan maka salah satunya AKU, jika ada sepuluh guru yang menegakkan pendidikan maka salah satunya AKU, dan jika ada satu guru yang menegakkan pendidikan itulah AKU. Selanjutnya jika AKU menegakkan pendidikan maka seribu guru bersamaku.

 

Maaf jika menyinggung perasaan dan alurnya ruwet,maklum yang menulis sedang mumet.

 

Salaka Lake(danau salak)

Tanggal tuha banar

 

Wajah ditelapak Tangan Guru

Mei 10, 2008 by derijikukikaku

           

 

Perlukah hukuman fisik “DIPUKUL”/”DITampar”/’DITENDANG

 

Kisah nyata…

Karena seluruh ruang kelas kotor. Pak R, guru muda yang baru lulus kuliah meradang. Seluruh siswa kelas 1, 2, dan 3 dikumpulkan di lapangan. Setelah berbaris urut tanpa ba bi bu, pak R menendang perut dan atau ulu hati murid satu per satu. Ada yang disuruh push up lalu ditendang perutnya. Kasus ini tidak sampai ke pihak yang berwajib.

 

Karena sang murid tidak dapat menghafal pelajaran Nahwu, seorang ustadz memukul wajah santrinya dengan kitab tebal.

 

W, siswa SMK memaki guru dengan ucapan “ASU” (anjing), gurunya, pak Q tidak terima dan langsung memukul rahang kiri W. W tersungkur lalu pingsan. Sempat divisum dokter dan mengadukan ini pada wartawan, W mengancam akan melaporkan pak Q ke pihak berwajib. Namun sekolah balik mengancam jika sampai kasus mencuat maka W yang waktu itu kelas III tidak akan diluluskan. Akhirnya kasus selesai!

 

Beberapa kasus lain hingga mengakibatkan siswa meninggal dan trauma permanen.

 

Mengapa harus memukul

Marzuki, guru MTs mengatakan itu ada filosofinya. “Yang kita pukul bukan siswa yang bermasalah melainkan setan yang ada diotak dia. Jadi kalau kita memukul maka diniatkan seperti itu.”

H. Sutarto, guru MA, “ siswa dipukul agar kuat mentalnya, keras pendiriannya, tegas, dan siap terjun ke masyarakat yang penuh risiko.”

Tio H Yip, “ anak dipukul biar tahu bahwa dia  salah, karena kalau Cuma diomongin dia tidak faham.

 

Guru yang melakukan pemukulan keras adalah guru yang telah hilang sense of humanity. Karena dorongan memukul bisa ditahan jika kita sadar bahwa yang kita hadapi adalah anak atau remaja yang tidak lain adalah siswa kita. Bukan lawan tanding tinju.

Dampak negatifnya lebih banyak antara lain secara tidak langsung mendidik anak melakukan tindakan destruktif spontan, anak tidak berfikir panjang, kecenderungan emosi dan balas dendam dengan guru yang telah memukulnya, mengkibatkan trauma psikis yang lama.

Rosulullah menganjurkan memukul pada anak yang tidak mau mendirikan sholat. Itu pun pada tempat yang tidak membahayakan. Contoh pantat.

 

Bagaimana hukuman fisik jika terpaksa dilakukan

Menurut salah seorang anggota polisi di RS Bhayangkara Banjarmasin.

  1. hukuman jongkok berdiri (no Jump)
  2. hukuman kaki tunggal ( berdiri dengan satu kaki)
  3. lari kecil
  4. push up dengan telapak tangan membuka

mengapa?

Karena pasca punishment efeknya tidak dapat terlihat jika divisum.

 

Yang terlihat saat divisum adalah pukulan, tamparan, cubitan, tekanan pada kulit tangan (ketika push up mengepal), dijemur (ada perubahan warna kulit), direndam di kolam (perubahan kondisi kulit dan suhu tubuh) dll.

 

Agar murid tidak dendam terhadap guru yang menghukum!

  1. tunjuk dan jelaskan letak kesalahan siswa
  2. pilih hukuman yang disepakati dalam kontrak belajar.
  3. jika terpaksa memukul maka pukul dengan tangan sendiri. Jangan menggunakan tangan siswa lain
  4. tetap senyum dalam menghukum
  5. tegas, konsekuen, tidak menjelekkan kelakuan siswa di depan khalayak.

 

Hukuman yang elegan..(baca: Pembinaan)

  1. membersihkan ruang kelas seminggu berturut-turut
  2. membaca surat-surat pendek Al Quran
  3. membaca asmaul husna
  4. sholat dhuha min 2 rakaat

 

hukuman ringan yang tidak perlu dilakukan                              

  1. menulis istighfar 100 x
  2. menulis perjanjian tidak akan mengulang perbuatan jelek

 

apakah guru mau dihukum? Apakah guru mau dibina?

Apakah guru mau duit?

Mau kan?

     

Kleponus Paleo Banjaricus

Mei 10, 2008 by derijikukikaku

 

Masih ingat sengketa lagu Rasa Sayange antara Malaysia (kata Malaysia berasal dari kata Malas,Lazy,dan ia) dengan Indonesia( kata indonesia berasal dari kata In de honest ia). Otak yang dibuat menggubah lagu itu adalah otak orang Indonesia (baca:maluku) namun diakali orang Malaysia judulnya diganti Rasa Sayang Hey, dengan lirik melayu. Lalu diklaim lagu itu milik rakyat Malaysia. Orang Indonesia marah! Orang Malaysia tertawa!

 

Hampir tiap hari disekitar perempatan bangjo sekumpul martapura terlihat penjaja kelepon. Menurut mereka kelepon adalah jajanan/makanan khas Martapura.

 

Konon pada tahun 1700an di daerah Terbayan Jawa Tengah ada seorang nenek tua bernama Ponirah yang bekerja sebagai penjual jajan pasar. Karena jenuh dia membuat jajan kreasi baru. Pada suatu hari dia dibantu temannya mulai meracik tepung, kapur, gula dan kelapa. Tepung dicampur dengan deplok daun jambu (pewarna hijau), bagian tengah dimasuki gula jawa lalu digiling bulat. Setelah itu dimasukkan pada tungku yang berisi air mendidih. Tidak berapa lama mbok Ponirah bertanya pada teman yang menjaga tungku air itu, “uletane mumbul opo kelep?” (terj: odonannya timbul atau tenggelam?) temannya menjawab,”kelep Pon!”(terj: tenggelam Pon). Sejak saat itu makanan kenyal tersebut dinamai kelepon atau klepon.

 

Setelah beberapa abad lamanya mengapa ada kelepon di banjar?. Di klaim menjadi makanan khas Martapura. Dan namanya juga sama dengan yang di Jawa yaitu KLEPON.

 

Namun karena bersaudara! Orang Jawa tidak marah dan orang Banjar tetap tersenyum mendapatkan untung dari jualan klepon.

 

Tulisan ini tidak ilmiah, diambil dari sumber yang tidak dapat dipercaya dan! Jadi jangan mengutip dan  mempublikasikan tulisan ini.

 

Pak pung pak mustape rame rame di rumahnye ada tepung ada kelape gula jawe ditengahnye”

Akhir apirl 2008

OK

April 22, 2008 by derijikukikaku

mengapa kau sentuh pacarmu sedangkan tak kau sentuh mushafmu

mengapa kau cium pacarmu sedangkan tak kau cium tempat sujudmu

mengapa kau peluk pacarmu sedangkan tak kau peluk ayah bundamu

mengapa kau sebut pacarmu sedangkan tak kau sebut nama Tuhanmu

mengapa kau harap surga sedangkan engkau dipersimpangan neraka